A.
Asal usul kejadian Manusia
Pada suatu ketika, Allah SWT memerintahkan
kepada malaikat jibril mikail dan israfil untuk mengambil tanah dari bumi dan bumi
enggan membenarkan tanahnya diambil untuk dijadikan Adam, kerana bumi
khawatir Adam jadi maksiat kepada Allah.
Lalu yang terakhir, malaikat izrail yang
mengambil tanah dari bumi yang ditugaskan oleh allah swt. Dan ketika itu Izrail turun ke bumi dan menyampaikan perintah Allah
kepada bumi, maka akhirnya barulah bumi mengizinkan akan tanahnya itu diambil. Setelah
Izrail mengambil beberapa jenis tanah, kembalilah dia ke hadrat Allah.Lalu Allah
berfirman
:”Ya Izrail, pertama engkau yang Ku-tugaskan mengambil tanah, dan kemudian di belakang hari kelak akan kutugaskan engkau mencabut roh manusia.Maka khuatirlah Izrail kerana bimbang dibenci oleh umat manusia.
:”Ya Izrail, pertama engkau yang Ku-tugaskan mengambil tanah, dan kemudian di belakang hari kelak akan kutugaskan engkau mencabut roh manusia.Maka khuatirlah Izrail kerana bimbang dibenci oleh umat manusia.
Lalu Allah
berfirman lagi: “tidak, mereka tidak akan memusuhi kamu, Aku yang
mengaturnya, dan aku jadikan kematian mereka itu
bersebab, terbunuh,terbakar,sakit dan sebagainya.
>. Jenis tanah mana yang dijadikan?
·
Tanah tempat bakal
berdirinya Baitul Mugaddis
·
Tanah Bukit
Tursina
·
Tanah Iraq
·
Tanah Aden
·
Tanah Al-Kautsar
·
Tanah tempat bakal
berdirinya Baitullah
·
Tanah Paris
·
Tanah Khurasan
·
Tanah Babylon
·
Tanah India
·
Tanah syurga
·
Tanah Tha’if
>.Bagaimana Proses nya
1. Ketika Allah akan jadikan Adam, tanah itu dicampuri air
tawar,air masin,air hanyir, angin, api.Kemudian Allah resapkan Nur
kebenaran dalam diri Adam dengan berbagai macam “sifat”.
2. Lalu tubuh Adam itu digenggam dengan genggaman “Jabarut”
kemudian diletakkan didalam “Alam Malakut”.
3. Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan “tubuh Adam” adalah
tanah pilihan.Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu
dicampurkan dengan rempah-rempah ,wangi-wangian dari sifat Nur Sifat
Allah, dan dirasmi dengan air hujan “Barul Uluhiyah”.
4. Kemudian tubuh itu dibenamkan didalam air “Kudral-Izzah-Nya”
yaitu sifat “Jalan dan Jammal”.Lalu diciptakan menjadi tubuh Adam yang
sempurna.
5. Demikian pula roh, ketika itu diperintah masuk kedalam tubuh
Adam, ia pula merasa malas dan enggan, malah ia berputar-putar,
mengelilingi patung Adam yang terlantar.Kemudian Allah menyuruh malaikat
Izrail untuk memaksa roh itu masuk, akhirnya mau tidak mau roh itupun
masuk dan menyerah kepada Izrail.
- Kajian Tentang Hakekat Manusia
A. Pandangan Ilmu Pengetahuan Tentang Manusia
Manusia selalu menjadi objek penelitian dalam berbagai disiplin ilmu, seperti
antropologi, sosiologi, psikologi dan lain-lain. Mengapa kehidupan manusia itu
diperhatikan, yaitu :
a. Manusia merupakan makhluk yang memiliki kemampuan dan mempunyai hak istimewa
sampai batas-batas tertentu dan memiliki tugas menyelidiki segala sesuatu
secara mendalam.
b. Manusia selalu memikirkan dan bertanya tentang segala hal dan ingin
mengetahuinya.
c. Setiap manusia mempunyai tanggung jawab untuk mengerti terhadap dirinya maupun
terhadap orang lain dalam kehidupan.
Hakekat manusia sebagai subjek didik adalah :
1. Manusia bertanggung jawab atas pendidikannya sesuai wawasan pendidikan
seumur hidup.
2. Manusia punya potensi baik fisik maupun psikis yang berbeda-beda.
3. Manusia adalah insan yang aktif.
B. Masalah jasmani rohani
Dalam tubuh manusia ada dua unsur yaitu jasmani dan rohani. Hal ini menunjukkan
adannya satu totalitas hidup yang mmengandung aspek-aspek :
a) Aspek vegetatif yaitu adanya kehidupan
b) Aspek animalia yaitu adanya insting dan nafsu
c) Aspek humania yaitu adanya kesadaran tentang diri sendiri seperti pikiran,
perasaan, kemauan dan hati nurani.
Di dalam unsur jasmani dan rohani terdapat dua aliran yaitu :
• paham materialisme
→ paham yang berpangkal pada realita, artina alam semesta dipandang sebagai
suatu realita yang bersifat materi serba zat, serba benda.
• Paham idealisme
→ mempunyai pandangan-pandangan tentang aspek kejiwaan manusia yang tidak
tampak. Bagian ini berperan dalam melakukan dan menggerakkan berbagai aktifitas
manusia.
C. Pandangan antropologi metafisik
Kita harus mempelajari lima bidang pokok untuk memahami filsafat secara baik,
yaitu :
MetafisikaØ
Merupakan cabang filsafat yang memuat suatu bagian dari persoalan filsafat yang
:
Membicarakan tentang prinsip-prinsip
yang paling universal.ü
Membicarakan sesuatu yang bersifat
keluarbiasaan.ü
Membiccarakan karakteristik hal-hal yang
sangat mendasar yang berada di luar pengalaman manusia.ü
Berupaya menampilkan suatu pandangan
yang komprehensif tentang segala sesuatu.ü
Membicarakan tentang hubungan akal
dengan benda, hakekat perubahan, pengertian tentang kemerdekaan, wujud Tuhan,
kehidupan setelah mati dan sebagainya.ü
EpistemologiØ
Yaitu teori yang secara umum membicarakan tentang sumber-sumber, karakteristik
dan kebenaran pengetahuan.
Persoalan epistemologi berpusat pada :
• Problem asal pengetahuan
• Problem penampilan
• Problem mencoba kebenaran
LogikaØ
Logika adalah bidang pengetahuan yang mempelajari segenap asas, aturan, dan tata
cara penalaran yang benar.
EtikaØ
Etika adalah cabang ilmu yang membahas tentang tindakan manusia, dengan
penekanan yang baik dan buruk.
Sejarah filsafatØ
Adalah laporan suatu peristiwa yang berkaitan dengan pemikiran filsafat.
Pemikiran itu dimulai dari zaman pra yunani hingga zaman modern.
- Manusia sebagai makhluk pendidikan
A. Manusia sebagai makhluk yang perlu bantuan
Dalam kehidupannya bila dibandingkan dengan makhluk lain, manusia banyak
kemiripan dengan hewan, dia makan, bergerak, bernafas, bersuara dan berkembang
biak serta mempertahankan diri. Tetapi manusia memiliki keahlian khusus dan
pola kehidupan serta martabatnya diatas hewan.
Manusia adalah makhluk yang paling aktif dan kreatif dalam kehidupan di
lingkungannya. Manusia dilahirkan tidak dengan suatu spesialisasi tertentu.
Oleh karena itu manusia perlu bantuan dari pihak lain, karena tanpa bantuan
dari orang lain mustahil manusia dapat melangsungkan hidupnya.
B. Dunia manusia sebagai dunia terbuka.
Dunia berperan penting bagi manusia dalam menentukan kepribadian, eksistensi,
arah hidup, dan tujuan hidupnya karena baginya tidak disodorkan alam siap
pakai.
Mengenai perbuatan manusia dengan lingkungannya terdapat dua pandangan yang
saling berlawanan yaitu :
Pandangan leibnizØ
Yang memandang pribadi aktif dari dalam. Tanpaa mendapat pengaruh dari luar,
sehingga manusia merupakan penyebab, bukann akibat dari lingkungannya..
Pandangan epifenomenalisØ
Yang menganggap pribadi hanyalah efek atau akibat dari sistem perserapan yang
tidak berdaya sama sekali.
C. Manusia sebagai makhluk yang dapat dan perlu didik.
• Manusia yang dapat di didik
Manusia yang dapat di didik harus dapat saling mengisi dan mengimbangi serta
bekerja sama dengan pendidiknya.
• Manusia yang perlu di didik
Pengajaran dan pelatihan saja belum cukup membuat bertindak susila, untuk itu
perlu pendidikan karena :
• Manusia tidak dilahirkan secara dewasa dan ia tidak dapat bertindak secara
mandiri dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasya.
• Kemampuan untuk hidup tidak cukup mempercayakan pada instingnya saja yaitu
pertumbuhan dari dalam dirinya.
• Tidak mengikuti dorongan nafsu yang tidak selaras dengan martabat manusiawi.
D. Batas-batas pendidikan
a. Ada hal alami yang dibawa anak sejak lahir
b. Ada ajar yaitu pengaruh dari orang sekitar
c. Ada dasar dan ajar.
- Tujuan hidup dan tujuan pendidikan
A. Tujuan hidup
Untuk menjadi manusia yang dapat
mengabdi pada sang pencipta.§
Mencari kebenaran yang baik sesuai
dengan filsafat dan ajaran agama yang telah di wahyukan oleh Allah SWT.§
Menjadi manusia seutuhnya dan sebagai
penata sosial yang kuat serta berwibawa sehingga mampu menjalankan visi dalam
kehidupan sebagai manusia utuh.§
Dapat mengolah alam semesta yang telah
disediakan oleh Tuhan dengan menggunakan akal dan fikiran.§
Menjadi manusia yang sehat jasmani dan
rohani, sehingga terjadi keseimbangan kehidupan di dunia dan ehidupan di
akhirat.§
B. Tujuan pendidikan
Tujuan dari pendidikan adalah untuk membentuk watak dan kepribadian, mampu
menumbuhkan kesadaran yang didasarkan pada ideologi bangsa dan negara.
- Komponen-komponen kehidupan yang baik
A. Prinsip dasar hidup yang benar
1. Menghargai dan menjunjung tinggi harkat dan martabat orang lain
2. Membiasakan diri mencintai sesama manusia
3. Sabar dan selalu bijaksana dalam menghadapi masalah dan penuh perhitungan
dalam mengambil keputusan
4. Mempunyai hubungan baik sesama manusia
5. Peka terhadap rangsangan dan mampu menahan emosi dan perasaan
6. Dapat mengendalikan diri yang menunjukan kematangan dan kedewasaan dalam
bertindak
7. Memiliki kesadaran cinta tanah air dan bangsa
8. Patuh dan taat kepada Allah agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
9. Melatih dan membiasakan diri dalam hidup dan pergaulan yang bersifat
demokratis
B. Pentingnya kehidupan yang benar bagi kehidupan manusia dan pendidikan
Dalam kehidupan manusia diperlukan pendidikan agar tercapai kehidupan yang
benar dengan hal yang harus dilakukan :
1. Memelihara kesucian diri baik jasmani maupun rohani
2. Menanamkan disiplin baik terhadap diri sendiri maupun terhadap keluarga
3. Memelihara kerapian diri sendiri sebagai menyerasikan adanya disiplin
pribadi dan keharmonisasi pribadi
4. Bersikap tenang dan tidak terburu-buru
5. Menjaga keutuhan dan kebulatan serta kesinambungan dalam mewujudkan pembinaan
konseptual nilai-nilai dan moral dalam kehidupan sehari-hari.
- Filsafat dan tujuan pendidikan
A. Ontologi filsafat pendidikan
Ontologi adalah disiplin ilmu. Ontologi filsafat pendidikan suatu kenyataan
dimana kehidupan manusia itu bersifat dinamis, temporal, spiritual serta
pluralistik. Pendidikan suatu norma yang objektif dalam masyarakat, negara dan
bangsa, cita-cita dan tujuan pendidikan didasarkan kepada realisasi norma
objektif negara tersebut.
B. Epistemologi filsafat pendidikan
Epistemologi filsafat adalah pengetahuan
dan kebenaran bersifat aktif, intelegensi dan operasionalisme media dan media
eksperimen yang merupakan ciri-ciri utama suatu pendidikan nasional.ü
Menyelidiki sumber, syarat, proses
terjadinya ilmu pengetahuan, batas, validitas dan hakekat ilmu pengetahuan.ü
C. Exiologi filsafat pendidikan
Exiologi menurut Rames dijelaskan bahwa bidang ini menyelidiki pengertian,
jenis, tingkat, sumber dan hakekat pendidikan secara kesemestaan.
Dasar-dasar exiologi filsafat pendidikan
1. Filsafat pendidikan mempunyai landasan Pancasila dan UUD 45
2. Filsafat pendidikan dapat membedakan secara hakiki sumber-sumber niali
kebenaran dalam suatu perwujudan
3. Filsafat pendidikan merupakan sosial budaya dan kebudayaan umat manusia
secara keseluruhan diperadaban manusia menurut tempat dan zamannya.
Aliran filsafat pendidikan progresivisme
A. Pandangan ontologi progresivisme
1. Azas keduniawian adalah disiplin ilmunya universal yang berarti amat luas
dan tak terbatas. Dengan kata lain kenyataan yang berlangsung dalam kehidupan
manusia.
2. Pengalaman suatu realita yang telah meresep dan membina pribadi
3. Pemikiran sebagai fungsi manusia yang unik atau pemikiran apa-apa yang
dilakukan manusia tersebut.
Pengalaman itu dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu :
a. Pengalaman itu dinamis adalah kehidupan terjadi dengan perubahan yang terus
menerus.
b. Pengalaman itu temporal adalah terjadi perubahan dan perbedaan pengalaman
dari waktu ke waktu.
c. Pengalaman itu spatial adalah terjadi disuatu tempat dalam lingkungan
manusia.
d. Pengalaman itu pluralistis adalah pengalaman itu terjadi seluas adanya
interaksi sedalam mana individu itu terlibat.
B. Pandangan epistemologi progresivisme
1. Pengetahuan dan kebenaran
Maksudnya pengetahuan dan kebenaran adalah kemampuan suatu ide untuk memecahkan
suatu problem karena itu kebenaran merupakan konsekuensi satu ide, realita
pengetahuan dan berdaya guna dalam kehidupan.
2. Pengetahuan itu bersifat positif
Pengetahuan produk aktivitas baik
terhadap tuntutan lingkungan maupun terhadap pengalaman yang dihadapi untuk
memenuhi tuntutan masa depan.ü
Pengetahuan itu mengalami proses
penyempurnaan dari waktu ke waktu.ü
3. Kebenaran bersifat aktif
Karena kebenaran ini adalah hasil dari suatu pengetahuan, hasil pemilihan dalam
proses pemecahan masalah, untuk pemecahan masalah itu tidak mungkin tanpa
pengetahuan.
4. Intelegensi dan operasionalisme
Intelegensi adalah kemampuan untuk
menghasilkan kembali untuk suatu alternatif maupun konsekuensi yang
ditimbulkan.ü
Operasionalisme adalah memberikan
pengarahan dengan cara-cara pendekatan tertentu dalam menafsirkan masalah
kemanusiaan.ü
5. Immediate experience dan mediate experience
Immediate experience adalah pengalaman
dan kesadaran manusia.ü
Mediate experience adalah subjek berada
antara keadaan kehilangan keseimbangan dengan adanya keseimbangan subjek berada
antara terganggu dengan tenang.ü
C. Pandangan exiologi progresivisme
1. Approach empiris adalah masalah dari pengalaman yang real dalam kehidupan
manusia
2. Approach artistik adalah suatu nilai yang memperkaya eksperimen manusia.
Nilai artistik memberi isi dan kedalaman bagi pengalaman seseorang. Yang
termasuk nilai artistik adalah nilai estetika, ilmu pengetahuan dan seni.
3. Demokrasi As Value adalah nilai individual sekaligus dengan demokrasi semua
individu yang memiliki hak asasi.
Aliran filsafat pendidikan esensialisme
Aliran pada esensialisme adalah pendidikan harus didasarkan nilai-nilai
kebudayaan yang telah ada semenjak awal peradaban umat manusia.
A. Pandangan ontologi esensialisme
1. Sintesa idealisme dan realisme tentang hakekat realita berarti esensialisme
mengaku adanya realita objektif disamping konsep-konsep.
2. Aliran esensialisme dipengaruhi penemuan-penemuan ilmu pengetauan modern.
3. Penafsir spiritual atas sejarah.
4. Paham makrokosmos dan mikrokosmos
Paham makrokosmos adalah keseluruhan semestanya dalam suatu design dan kesatuan
menurut teori kosmologi. Paham mikrokosmos adalah sebahagian tunggal, suatu
fakta yang terpisah keseluruhan baik tingkat umum, pribadi manusia maupun
lembaga.
B. Pandangan epistemologi esensialisme
1. Konstaversi jasmani dan rohani
perbedaan realisme dengan idealisme, idealisme adalah manusia yang mengetahui
sesuatu hanya melalui ide rohaniah sedangkan realisme adalah manusia mengetahui
sesuatu realita melalui jasmani dan rohani.
2. Approach idealisme pada pengetahuan
Personalisme adalah manusia bahagian
dari rasio Tuhan yang maha sempurna.ü
Approach personalisme adalah manusia tak
mungkin mengetahui sesuatu hanya dengan kesadaran jiwa tanpa adanya pengamalan.ü
C. Pandangan oxiologi esensialisme
1. Teori nilai menurut idealisme
Menyatakan bahwa hukum-hukum efisiensi adalah hukum kosmos, nilai-nilai yang
terkandung didalamnya adalah :
a. Teori nilai idealisme modern
b. Teori sosial idealisme
c. Teori estetika idealisme
2. Teori nilai menurut realisme
Menyatakan bahwa sumber-sumber pengalaman manusia terletak pada keteratuaran
lingkungan hidupnya, kecendrungan ini melahirkan :
a. Etika determinisme
b. Teori sosial realisme
c. Teori estetika realisme.
Dasar filsafat pendidikan pancasila
A. Dasar pikiran dan rasional
Secara yuridis konstitusional negara Indonesia berdasarkan pancasila yang
termaksud dan pembukaan UUD 45 alinea ke-4. Ketentuan yuridis konstitusional
mengandung makna konsekuensi baik formal maupun fungsional menyatakan:
1. Pancasila adalah dasar negara atau falsafat negara
2. Pancasila adalah norma-norma dasar dan norma-norma tertinggi dalam negara RI
3. Pancasila adalah ideologi negara
4. Pancasila adalah identitas dan karakteristik bangsa atau kepribadian
nasional
5. Pancasila adalah jiwa dan kepribadian bangsa.
B. Hubungan filsafat pendidikan pancasila dengan pendidikan dan masyarakat
Manusia sebagai individual yang menentukan sikap dan wawasannya, kebijaksanaan
dan strategi serta tujuan dan sasaran yang hendak ditempuhnya. Pertimbangan dan
penentuan ini diambil bardasarkan keyakinan, motivasi dan tujuan dalam
hidupnya, maka manusia sebagai subjek individual.
pendidikan adalah suatu usaha atau aktivitas yang dilakukan individu menurut
tujuan dan kehendaknya secara mandiri. Masyarakat memiliki keyakinan dan
kepercayaan yang tercermin dalam tujuan dan hasrat luhur atau kehendak
berdasarkan cita dan karsa memilih dan menerapkan aktivitas kehidupan.
Hubungan masyarakat dengan pendidikan itu sebagai hubungan fungsional berarti:
• Bahwa masyarakat atau negara secara sadar mandiri, cita karsa, atau tujuan
dan keinginan luhur yang akan dicapai melalui kebijakan, lembaga, dan strategi
tertentu.
• Pendidikan suatu lembaga perwujudannya secara rasional adalah sistem
pendidikan nasional yang bersumber dan ditentukan oleh cita karsa manusia
menurut keyakinan dan pandangan hidup dan filsafat negara sebagai sumber nilai
cita dan kepribadian nasionalnya.
C. Urgensi filsafat pendidikan pancasila dalam sistem pendidikan indonesia
Filsafat pendidikan adalah nilai dan keyakinan filosofis yang menjiwai dan
mendasari serta memberikan identitas suatu sistem pendidikan nilai-nilai itu
bersumber pada pancasila yang di laksanakan pada berbagai sistem kehidupan
nasional secara keseluruhan.
Fungsi pendidikan adalah membangun potensi negara khususnya melestarikan
kebudayaan dan kepribadian bangsa yang menentukan eksistensi dan martabat
bangsa.
Pendidikan nasional harus dijiwai oleh filsafat pendidikan pancasila.
Pendidikan pancasila merupakan tuntunan nasional, karena cita dan karsa bangsa
atau tujuan nasional dan hasrat luhur rakyat tersimpul dalam pembukaan UUD 1945
sebagai perwujudan jiwa pancasila, cita dan karsa yang diusahakan secara lembaga
didalam pendidikan nasional.
Sistematika filsafat pendidikan pencasila dan moral
A. Sistematika filsafat pancasila
Sistem filsafat dikategorikan sebagai berikut :
1. Bidang ontologi
• Azas dan sumber ada kemestaan dari Tuhan
• Ada alam semesta sebagai ada tidak terbatas
• Adanya subjek pribadi manusia
• Eksistensi tata budaya sebagai perwujudan martabat
• Eksistensi subjek manusia mandiri selalu dengan motivasi luhur
2. Bidang epistemologi
• Pribadi manusia adalah subjek yang secara potensial dan aktif berkesadaran
tahu atas eksistensinya.
• Proses terbentuknya manusia adalah hasil kerjasama atau produk hubungan
fungsional.
• Sumber pengetahuan adalah alam semesta
• Proses pembentukan pengetahuan melalui lembaga pendidikan
• Pengetahuan manusia baik jenis maupun tingkatannya dapat di bedakan.
3. Bidang oxiologi
• Tuhan adalah sumber nilai semesta yang menciptakan nilai dalam makna dan
wujud.
• Subjek manusia dapat membedakan secara hakiki maka sumber nilai berada dalam
perwujudan.
• Nilai dan kesadaran manusia yang realistis meliputi alam semesta.
• Manusia dan potensi martabatnya menduduki fungsi ganda dalam hubungannya
dengan nilai.
• Martabat kepribadian manusia secara potensial integritas dari hakekat
manusia..
B. Pancasila sebagai sumber dan dasar moral
1. Pancasila merupakan dasar negara atau falsafat negara
2. Pancasila merupakan norma dasar dan norma tertinggi didalam negara
3. Pancasila merupakan ideologi negara, ideologi nasional
4. Pancasila merupakan identitas dan karakteristik bangsa yang perwujudannya
secara melembaga sebagai sistem negara pancasila.
5. Pancasila adalah jiwa dan kepribadian bangsa, pandangan hidup yang menjiwai.
C. Tujuan pendidikan pancasila
1. Merumuskan formal konstitusional baik dalam UUD maupun GBHN dan UU kependidikan
lainnya.
2. Menjabarkan konsepsional
3. Untuk membentuk kepribadian peserta didik agar mereka tahu apa potensinya ke
depan.
4. Menanamkan dan melestarikan nilai-nilai luhur pancasila baik sebagai pribadi
maupun masyarakat .
D. Sistem pendidikan nasional pancasila
1. Sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
2. Sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan
pendidikan.
3. UU No.20 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional ini perlu diganti
4. Berdasarkan dari pemikiran 3 poin itu telah diganti dengan UU No.20 tahun
2003.
5. Merupakan usaha dan lembaga yang menjamin pengalaman, pengembangan, dan
pelestarian pancasila secara mantap.
Etika profesional
A. Ciri-ciri profesional
1. Adanya pengetahuan khusus
2. Adanya kaidah dan standar moral yang tinggi
3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat
4. Ada izin khusus untuk bisa menjalankan profesi
5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu organisasi profesi.
B. Prinsip-prinsip etika profesi
1. Tanggung jawab
2. Keadilan adalah adil dalam berbuat bidang apa saja
3. Otonomi, prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan
diberi kebebasan dalam menjalani profesinya
4. Menuju profesi luhur.
- POTENSI DALAM DIRI MANUSIA
Allah menciptakan
manusia sudah barang tentu tidak untuk ‘main-main’ saja sesuai dengan
firman-Nya:
Maka apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya kami menciptakan
kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada
Kami? (Q.S. Al- Muminuun : 115)
Akan tetapi
Allah menciptakan manusia untuk mengemban beberapa tugas, seperti pada
firman-Nya dalam Al-Quran:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka
berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang
akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa
bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman:
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Al-Baqarah : 30)
1. Rasio (Pemikiran)
Rasio adalah
segala sesuatu yang hanya dapat diperoleh atau ditangkap oleh indera manusia
saja. ketika seorang bayi dapat mengetahui beberapa kosa kata apabila ia sering
mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang dewasa di sekitarnya.
2. Akal (al-Aqlu)
Akal adalah sesuatu yang
merupakan perpaduan dari unsur rasio dan hati. Maksudnya adalah ketika manusia
telah merasiokan/memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang ada di muka
bumi ini dan tertulis di dalam Kitab-Nya maka tidak akan pernah beriman kepada
Allah apabila hatinya tidak digunakan.
Segala sesuatu yang masuk akal
belum tentu dapat dirasionalkan, hal ini dikarenakan fungsi rasio belum
dibarengi dengan unsur hati.
Sedangkan segala sesuatu yang
rasional tentu saja dapat diterima oleh akal, sebab akal manusia merupakan
potensi yang terdiri dari rasio dan hati. Akal manusia akan berfungsi dengan
baik apabila perpaduan rasio dan hati senantiasa bersinergis dengan kualitas
keimanan yang baik pula.
3. Hati (al-Qalbu)
Hakikat dari
kebenaran suatu ilmu ditentukan oleh akal. Sedangkan berfungsinya akal
ditentukan oleh hati. Oleh karena itu, pada intinya bahwa hakikat kebenaran
ilmu adalah dari hati. Barangsiapa yang hatinya senantiasa dilandasi keimanan
dan ketakwaan, maka Allah akan memberikan pelajaran dan petunjuk agar dapat
membedakan yang benar dan yang salah dan akan dengan mudah mendapatkan ilmu
yang dipelajarinya.
Sifat hati manusia tidaklah
selalu konstan, terkadang tingkat keimanannya kuat kadang pula lemah bahkan
menjadi gelap gulita. Rugilah orang-orang yang mengotori hatinya dengan
perbuatan-perbuatan dosa, sehingga mata batinnya akan sulit menerima pelajaran
dan peringatan yang diberikan Allah SWT. Sedangkan beruntunglah orang-orang
yang dapat menyucikan hatinya dengan cahaya keimanan, sehingga mereka akan
senantiasa mendapat petunjuk Allah, ketenangan hati dan dapat menghindari
perbuatan-perbuatan yang dapat menghasilkan dosa. Hati yang selalu disinari
cahaya keimanan inilah yang harus dimiliki oleh seorang khalifah agar segala
perbuatan yang dilakukannya dapat sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh
Allah.
4. Raga (Jasmani)
Raga (jasmani)
merupakan potensi penting lainnya yang harus dimiliki oleh seorang khalifah.
Raga manusia merupakan sebagus-bagusnya bentuk yang Allah ciptakan. Hal ini
dijelaskan dalam firman-Nya:
Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya. (Q.S. At-Tin : 4)
kita sebagai manusia harus dapat
mensyukuri apa yang telah diberikan. Salah satunya karena seorang khalifah
tidak hanya membutuhkan kesehatan rohani saja untuk dapat sesantiasa berjuang
menegakkan Islam.berupa menjaga kesehatan jasmani.
Sekian dari saya mungkin hanya segitu anda bisa merangkum lebih sedikit agar lebih mudah :)
salam TI BrotherHood Ummi


0 komentar:
Posting Komentar
1. Berkomentar sesuai isi postingan.
2. Berkomentar dengan sopan, tidak SARA, kasar/porno.
3. Dilarang SPAM !
4. Dilarang menaruh iklan !
5. Apabila menaruh link hidup maka akan dihapus!
6. Apabila Anda ingin berkomentar dengan menyertakan link blog, silahkan gunakan profil OpenID.
7.Komentar bebas asal positif dan tidak mengandung unsur yang diatas