PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu kesatuan
yang saling berhubungan untuk satu tujuan tertentu,dan saling berkualifikasi
yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya. Jadi Pancasila pada dasarnya
satu bagian/unit-unit yang saling berkaitan satu sama lain,dan memiliki fungsi
serta tugas masing-masing.
Sistem
adalah suatu kebulatan atau keseluruhan, yang bagian dan unsurnya saling
berkaitan (singkron), saling berhubungan (konektivitas), dan saling bekerjasama
satu sama lain untuk satu tujuan tertentu dan merupakan keseluruhan yang utuh.
Filsafat
dalam Bahasa Inggris yaitu Philosophy, adapun istilah filsafat berasal dari
Bahasa Yunani yaituPhilosophia, yang terdiri atas dua kata yaitu Philos (cinta)
atau Philia (persahabatan, tertarik kepada) dan Sophos (hikmah, kebijaksanaan,
pengetahuan, keterampilan, intelegensi). Jadi secara etimologi, filsafat
berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of wisdom). Orangnya disebut
filosof yang dalam bahasa Arab disebut Failasuf.
Dalam artian lain Filsafat adalah pemikiran fundamental dan monumental manusia untuk mencari kebenaran hakiki (hikmat, kebijaksanaan); karenanya kebenaran ini diakui sebagai nilai kebenaran terbaik, yang dijadikan pandangan hidup (filsafat hidup, Weltanschauung). Berbagai tokoh filosof dari berbagai bangsa menemukan dan merumuskan sistem filsafat sebagai ajaran terbaik mereka; yang dapat berbeda antar ajaran filosof. Karena itulah berkembang berbagai aliran filsafat: materialisme, idealisme, spiritualisme; realisme, dan berbagai aliran modern: rasionalisme, humanisme, individualisme, liberalisme-kapitalisme; marxisme-komunisme; sosialisme dll.
Dalam artian lain Filsafat adalah pemikiran fundamental dan monumental manusia untuk mencari kebenaran hakiki (hikmat, kebijaksanaan); karenanya kebenaran ini diakui sebagai nilai kebenaran terbaik, yang dijadikan pandangan hidup (filsafat hidup, Weltanschauung). Berbagai tokoh filosof dari berbagai bangsa menemukan dan merumuskan sistem filsafat sebagai ajaran terbaik mereka; yang dapat berbeda antar ajaran filosof. Karena itulah berkembang berbagai aliran filsafat: materialisme, idealisme, spiritualisme; realisme, dan berbagai aliran modern: rasionalisme, humanisme, individualisme, liberalisme-kapitalisme; marxisme-komunisme; sosialisme dll.
B.
Rumusan
masalah
Apakah
pegertian filsafat dan filsafat pancasila?
Apa
yang di msksud pancasila sebagai system
filsafat?
Apakah
fungsi dari filsafat pancasila bagi bangsa dan Negara Indonesia?
C.
Tujuan
Tujuan
dari menyusu makalah ini antara lain :
Untuk
memenuhi tugas mata kuliah pancasila.
Untu
menambah pengetaahuan tentang pancasila dari aspek filsafat.
Untuk
mengetahaui fungsi utama filsafat pancasila bagi bangsa dan Negara Indonesia.
BAB II
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
A. Pengertian Filsafat
Dalam
wacana ilmu pengetahuan. Banyak orang
memandang bahwa filsafat adalah merupakan bidang ilmu yang rumit. Kompleks dan
sulit di pahami secara definitive. Namun demikian sebenarnya pendapat yang
demikian ini tidak selamanya benar. Selama manusia hidup sebenarnya tidak
seorang pun dapat menghindar dari filsafat.Sehingga berdasarkian kenyataan tersebut
maka sebenarnya filsafat itu sangat mudah di pahami . jikalau orang berpendapat
bahwa dalam hidup ini materilah yang essensialdan mutlak. Maka orang tersebut
berfilsafat materialism. Jikalau seseorang berpandangan bahwa kebenaran
pengetahuan itu sumber rasio maka orang tersebut berfilsafat rasionalisme.
Demikian juga jikalau seseorang bahwa dalam hidup ini yang terpenting adalah
kenikmatan, kesenangan dan kepuasan lahiriah maka paham ini disebut hedonisme.
Demikian juga jikalau seseorang berpandangan bahwa dalam hidup masyarakat
maupun Negara yang terpenting adalah kebebasan individu atau dengan lain
perkataan bahwa manusia adalah sebagai makhluk individu yang bebas maka orang
tersebut berpandangan individualisme. Liberalisme.
Secara
etimologis istilah “filsafat” berasal dari bahasa yunani “Philein” yang artinya
“cinta” dan “sophos” yang artinya “Hikmah” atau “kebijaksanaan” atau “wisdom”
(nasution.1973).Jadi secara harfiah istilah “filsafat” mengandung makna cinta
kebijasanaan. Dan Nampak nya ini sesuai dengan sejarah timbul nya ilmu
pengetahuan, yang sebelum nya dibawah naungan filsafat namun demikian jikalau
kita membahas pengertian filsafat dalam hubungan nya dengan lingkup bahasa maka
mencakup banyak bidang bahasan antara lain tentang manusia, alam, pengetahuan,
etika, logika, dan lain sebagainya. Seiring dengan perkembangan maka muncul
pula filsafat yang berkaitan dengan bidang bidang ilmu tertentu antara lain
filsafat politik, social, hukum, bahasa, ilmu pengetahuan, agama, dan bidang
bidang ilmu lainnya.
Keseluruhan
arti arti filsafat yang meliputi berbagai masalah tersebut di kelompokan kpada
dua macam yaitu :
1. Filsafat
sebagai produk yang mencakup pengertian
·
Filsafat sebagai jenis pengetahuan, ilmu,
konsep, pemikiran2 dari filsuf pada jaman dahulunyang lazimnya merupakan suatu
aliranatau system filsafat tertentu misalnya rasionalisme , materialism,
pragmatisme, dan lain sebagainya.
·
Filsafat sebagai suatu jenis problemayang di
hadapi oleh manusiasebagai hasil dari aktivitas berfilsafat. Jadi manusia
mencari suatu kebenaran yang timbul dari
persoaalan yang bersumber pada akal manusia.
2. Filsafat
sebagai proses, hal ini filsafat di artikan dalam bentuk suatu aktifitas
berfilsafat, dalam pengertian ini filsafat merupakan suatu system pengetahuan
yang bersifat dinamis , filsafat dalam pengertian ini tidak lagi hanya
sekumpulan dogma yang hanya di yakini, ditekuni, dan di pahami sebagai suatu
nilai tertentu tetapi lebih merupakan suatu aktifitas.
Cabang-cabang
filsafat yaitu :
1. Metafisika
yang membahas tentang hal-hal yang bereksistensi di balik fisis. Yang meliputi
bidang, ontology, kosmonologi, dan antropologi
2. Epistemonologi,
yang berkaitan dengan persoalan hakikat
pengetahuan
3. Metodologi,
yang berkaitan dengan persoalan hakikat metrode dalam ilmu pengetahuan
4. Logika,
yang berkaitan dengan persoaalan filsafat berfikir, yaitu dalil-dalil berfikir
yang benar
5. Etika,
yang berkaitan dengan moralitas. Tingkah laku manusia
6. Estetika,
yang berkaitan dengan persoalan hakikat keindahan.
Berdasarkan
cabang cabang filsafat filsafat inilah kemudian muncul berbagai macam aliran
dalam fislafat.
B. Rumusan kesautan sila-sila pancasila
sebagai suatu system
Pancasila
yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupan suatu system filsafat.
Pengertian system adalah suatu kesatuan bagian bagian yang saling berhubungan,
saling bekerja untuk suatu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan
suatu kesatuan yang utuh. Sistem lazimnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Suatu
kesatuan bagian-bagian.
2. Bagian
bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri.
3. Saling
berhubungan dan saling ketergantungan.
4. Keseluruhannya
dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu (tujuan system)
5. Terjadi
dalam suatu lingkungan yang kompleks (Shore and Voich.1974).
Pancasila
yang terdiri atas bagian-bagian yaitu sila-sila pancasila setiap sila pada
hakikatnya merupakan suatu asas sendiri. Fungsi sendiri-sendiri namun secara
keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang sistematis.
1. Susunan
kesatuan Sila-sila Pancasila yang Bersifat Organis
Kesatuan sila-sila Pancasila yang bersifat
organis tersebut pada hakikanya secara filosofis bersumber pada hakikat dasar
ontologis muanusia sebagai pendukung dari inti. Isi dari sila-sila Pancasila
yaitu hakikat manusia ‘monopluralis’ yang memiliki unsur-unsur ‘susunan kodrat’
jasmani-rohani ‘sifat kodrat’
individu-mahluk Tuhan yang Maha Esa. Unsur-unsur hakikat manusia tersebut
merupakan suatu kesatuan yang bersifat organis dan harmonis. Setiap unsur
memiliki fungsi masing-masing namun saling berhubungan. Oleh karena sila-sila
Pancasila merupakan penjelmaan hakikat manusia ‘monopluralis’ yang merupakan
kesatuan organism aka sila-sila Pancasila juga memiliki kesatuan yang bersifat
organis pula.
2. Susunan
Pancasila yang Bersifa Hierarkhis dan Berbentuk Piramidal
Susunan Pancasila adalah hierarkhis dan berbentuk
pyramidal. Pengertian matematis pyramidal digunakan unuk menggambarkan hubungan
hierarkhi sila-sila pancasila dalam urut-urutan luas (kwan-titas) ddan juga
dalam hal isi sifatnya (kwalitas) kalau dilihat dari intinya urut-urutan lima
sila menunjukan suatu rangkaian tingkat dalam luasnya dan isi sifatnya
merupakan pengkhususan dari sila-sila di mukanya.
Jika
urut-urutan lima sila di anggap mempunyai demikian maka di antara lima sila ada
hubungan yang mengikat yang satu ke pada yang lain nya sehingga pancasila
merupakan suatu keseluruhan yang bulat.
3. Rumusan
Hubungan Kesatuan Sila-sila Pancasila yang Saling Mengisi dan Saling
Mengkualifikasi
Kesatuan sila-sila Pancasila yang ‘Majemuk Tunggal’ ,
‘hierarkhis piramidal’ juga memiliki sifat saling mengisi dan saling
mengkualifikasi. Hal ini dimaksudkan bahwa dalam setiasp sila terkandung nilai
keempat sila lainnya. Atau dengan lain
perkataan dalam setiap si-la senantiasa dikualifikasi oleh keempat sila
lainnya. Adapun rumusan kesatuan sila-sila Pancasila yang saling mengisi dan
saling mengkuali-fikasi.
D.
Pengertian
pancasila secara filsafat
Filsafat
sebagai metode menunjukan cara berpikir
dan cara mengadakan analisis yang dapat bertanggung jawabkan untuk dapat
menjabarkan ideologi pancasila.sedangkan pancasila sebagai filsafat mengandung
pandangan , nilai dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi
pancasila.
Filsafat
pancasila dapat di definisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional
tentang Pancasila sebagai dasar Negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan
tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertian nya secara mendasar dan
menyeluruh. Pembahasan filsafat dapat dilakukan secara deduktif yakni dengan
mencari hakikat Pancasila serta menganalisis dan menyusunnya secara sistematis
menjadi keutuhan pandangan yang komprehensif, dapat juga dilakukan secara
induktif yakni dengan mengamati gejala-gejala sosial budaya masyarakat,
merefleksikannya, dan menarik arti dan makna yang hakiki dari gejala-gejala
itu.
E. Nilai-nilai
pancasila berwujud dan bersifat filsafat
Filsafat
pancasila adalah ilmu pengetahuan yang mendalam tentang pancasila.
Hakikat
dan pokok-pokok yang terkandung di dalamnya, yaitu sebagai berikut :
1. Pancasila
sebagai hidup bangsa, yaitu nilai-nilai yang terkandudung dalam pancasila itu
di jadikan dasar dan pedoman dalam
mengatur sikap dan tingkah laku
manusia di Indonesia, dalam hubunganya dengan Tuhan, masyarakat, Alam
semesta.
2. Pancasila
sebagai dasar Negara yaitu nilai-nilain yang terkandung dalam pancasila itu di
jadikan dasar dalam mengatur tata kehidupan bernegara.
3. Filsafat
pancasila tercermin dalam pembukaan uud 1945 yang merupakan uraian rinci dari
proklamasi 17 agustus 1945 yang di jiwai pancasila.
4. Pancasila
yang di rumuskan dalam pembukaan uud1945 merupakan suatu bulatan utuh.
5. Jiwa
pancasila yang abstrak setelah tercetus menjadi proklamasi kemerdekaan 17
agustus 1945.
6. Berdasarkan
penjelasan otentik uud 1945, undang-undang dasarar menciptakan
pokok-pokokpikiran yang terkandung dalam pembukaan uud 1945 pada pasal-pasalnya.
7. Nilai-nilain
yang dalam pembukaan dan batang tubuh uud 1945 di pergunakan sebagai batu ujian
dari nilai-nilai lain agar dapat di terima sebagai nilai-nilai pancasila.
Oleh
sebab itu, secara filosofis dalam kehidupan bangsa Indonesia diakui bahwa nilai
pancasila adalah pandangan hidup. Dengan demikian, pancasila dijadikan sebagai
pedoman dalam bertingkah laku dan berbuat dalam segala bidang kehidupan,
meliputi bidang ekonomim, politik, sosial budaya dan pertahanan dan keamanan.
Sebagai
ajaran filsafat, pancasila mencerminkan nilai dan pandangan dasar dan hakiki
rakyat Indonesia dalam hubungannya dengan sumber kesemestaan, yakni Tuhan Yang
Maha Pencipta.
Isi
pemikiran filsafat pancasila sebagai suatu pemikiran filsafat tentang Negara
adalah bahwa pancasila memberikan jawaban yang mendasar dan menyeluruh atas
masalah-maslah asasi filsafati tentang
Negara yang berpusat pada lima masalah keadilan.
1. Masalah pertama :a
Negara itu? Masalahn ini di jawab denga prinsip kebangsaan Indonesia.
2. Masalah kedua :
bagaimana hubungan antar bangsa /Negara?maslah ini di jawab dengan prinsip
perikemanusiaan.
3. Maslah ketiga:
siapakah sumber dan pemegang kekuasaan Negara? Maslah ini di jawab dengan
demokrasi
4. Masalah keempat : apa
tujuan Negara ? masalah ini dijawab dengan prinsip Negara dan kesejahteraan.
5. Maaslah kelima:
bagaimana hubungn antar agama dan Negara? Masalah ini di jawab dengan prinsip ketuhanan yang maha esa.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Setelah
memperhatikan isi dalam pembahassan di atas, maka dapat di tarik kesimpulan
sebagai berikut :
Filsafat pancasila adalah
hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang di
anggap, dipercaya dan di yakini sebagai sesuatu (kenyataan, Norma-norma,
nilai-nilai) yang paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik dan
sesuai bagi bangsa Indonesia.
Fungsi utama filsafat
pancasia bagi bangsa Negara Indonesia yaitu :
·
Pancasila sebagai dasar Negara republik
Indonesia
·
Pancasila sebagai pandangan hidup banga
Indonesia
·
Pancasila sebagai sumber hukum dasar bangsa Indonesia
B.
Saran
Warga
Negara Indonesia merupakan sekumpulan orang yan hidup dan tinggal di Negara
ndonesia, oleh karena itu sebaiknya warga Negara Indonesia harus lebi meyakini
atau mempercayai, menghormati, menghargai, menjaga, memahami dan
melaksanakan segala hal yang telah dilakukan oleh para pahlawan
khususnya dalam pemahaman bahwa filsafat pancasila adalah sebagai dasr filsafat
Negara indonesia.
Sehngga kekacauan yang sekaran
terjadi ini data diatasi dan lebih memperkuaat persatuan dan kesatuan bangsa
dan negraindonesia ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Drs. H. Kaelan. M.S.(2002). Pendidikan
Pancasila. Dosen Universitas Gadjah Mada. Edisi Keenam tahun 2002.



0 komentar:
Posting Komentar
1. Berkomentar sesuai isi postingan.
2. Berkomentar dengan sopan, tidak SARA, kasar/porno.
3. Dilarang SPAM !
4. Dilarang menaruh iklan !
5. Apabila menaruh link hidup maka akan dihapus!
6. Apabila Anda ingin berkomentar dengan menyertakan link blog, silahkan gunakan profil OpenID.
7.Komentar bebas asal positif dan tidak mengandung unsur yang diatas