Rabu, 23 Maret 2016

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

0









    

BAB I
 PENDAHULUAN


A.   Latar belakang
Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu kesatuan yang saling berhubungan untuk satu tujuan tertentu,dan saling berkualifikasi yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya. Jadi Pancasila pada dasarnya satu bagian/unit-unit yang saling berkaitan satu sama lain,dan memiliki fungsi serta tugas masing-masing.


Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan, yang bagian dan unsurnya saling berkaitan (singkron), saling berhubungan (konektivitas), dan saling bekerjasama satu sama lain untuk satu tujuan tertentu dan merupakan keseluruhan yang utuh.

Filsafat dalam Bahasa Inggris yaitu Philosophy, adapun istilah filsafat berasal dari Bahasa Yunani yaituPhilosophia, yang terdiri atas dua kata yaitu Philos (cinta) atau Philia (persahabatan, tertarik kepada) dan Sophos (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, intelegensi). Jadi secara etimologi, filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of wisdom). Orangnya disebut filosof yang dalam bahasa Arab disebut Failasuf.
Dalam artian lain Filsafat adalah pemikiran fundamental dan monumental manusia untuk mencari kebenaran hakiki (hikmat, kebijaksanaan); karenanya kebenaran ini diakui sebagai nilai kebenaran terbaik, yang dijadikan pandangan hidup (filsafat hidup, Weltanschauung). Berbagai tokoh filosof dari berbagai bangsa menemukan dan merumuskan sistem filsafat sebagai ajaran terbaik mereka; yang dapat berbeda antar ajaran filosof. Karena itulah berkembang berbagai aliran filsafat: materialisme, idealisme, spiritualisme; realisme, dan berbagai aliran modern: rasionalisme, humanisme, individualisme, liberalisme-kapitalisme; marxisme-komunisme; sosialisme dll.


B.   Rumusan masalah
Apakah pegertian filsafat dan filsafat pancasila?
Apa yang di msksud pancasila sebagai  system filsafat?
Apakah fungsi dari filsafat pancasila bagi bangsa dan Negara Indonesia?

C.   Tujuan
Tujuan dari menyusu  makalah ini antara lain :
Untuk memenuhi tugas mata kuliah pancasila.
Untu menambah pengetaahuan tentang pancasila dari aspek filsafat.
Untuk mengetahaui fungsi utama filsafat pancasila bagi bangsa dan Negara Indonesia.

















BAB II
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

A.   Pengertian Filsafat
Dalam wacana ilmu pengetahuan. Banyak  orang memandang bahwa filsafat adalah merupakan bidang ilmu yang rumit. Kompleks dan sulit di pahami secara definitive. Namun demikian sebenarnya pendapat yang demikian ini tidak selamanya benar. Selama manusia hidup sebenarnya tidak seorang pun dapat menghindar dari filsafat.Sehingga berdasarkian kenyataan tersebut maka sebenarnya filsafat itu sangat mudah di pahami . jikalau orang berpendapat bahwa dalam hidup ini materilah yang essensialdan mutlak. Maka orang tersebut berfilsafat materialism. Jikalau seseorang berpandangan bahwa kebenaran pengetahuan itu sumber rasio maka orang tersebut berfilsafat rasionalisme. Demikian juga jikalau seseorang bahwa dalam hidup ini yang terpenting adalah kenikmatan, kesenangan dan kepuasan lahiriah maka paham ini disebut hedonisme. Demikian juga jikalau seseorang berpandangan bahwa dalam hidup masyarakat maupun Negara yang terpenting adalah kebebasan individu atau dengan lain perkataan bahwa manusia adalah sebagai makhluk individu yang bebas maka orang tersebut berpandangan individualisme. Liberalisme.
Secara etimologis istilah “filsafat” berasal dari bahasa yunani “Philein” yang artinya “cinta” dan “sophos” yang artinya “Hikmah” atau “kebijaksanaan” atau “wisdom” (nasution.1973).Jadi secara harfiah istilah “filsafat” mengandung makna cinta kebijasanaan. Dan Nampak nya ini sesuai dengan sejarah timbul nya ilmu pengetahuan, yang sebelum nya dibawah naungan filsafat namun demikian jikalau kita membahas pengertian filsafat dalam hubungan nya dengan lingkup bahasa maka mencakup banyak bidang bahasan antara lain tentang manusia, alam, pengetahuan, etika, logika, dan lain sebagainya. Seiring dengan perkembangan maka muncul pula filsafat yang berkaitan dengan bidang bidang ilmu tertentu antara lain filsafat politik, social, hukum, bahasa, ilmu pengetahuan, agama, dan bidang bidang ilmu lainnya.
Keseluruhan arti arti filsafat yang meliputi berbagai masalah tersebut di kelompokan kpada dua macam yaitu :
1.    Filsafat sebagai produk yang mencakup pengertian
·         Filsafat sebagai jenis pengetahuan, ilmu, konsep, pemikiran2 dari filsuf pada jaman dahulunyang lazimnya merupakan suatu aliranatau system filsafat tertentu misalnya rasionalisme , materialism, pragmatisme, dan lain sebagainya.
·         Filsafat sebagai suatu jenis problemayang di hadapi oleh manusiasebagai hasil dari aktivitas berfilsafat. Jadi manusia mencari suatu kebenaran  yang timbul dari persoaalan yang bersumber pada akal manusia.
2.    Filsafat sebagai proses, hal ini filsafat di artikan dalam bentuk suatu aktifitas berfilsafat, dalam pengertian ini filsafat merupakan suatu system pengetahuan yang bersifat dinamis , filsafat dalam pengertian ini tidak lagi hanya sekumpulan dogma yang hanya di yakini, ditekuni, dan di pahami sebagai suatu nilai tertentu tetapi lebih merupakan suatu aktifitas.

Cabang-cabang filsafat yaitu :
1.    Metafisika yang membahas tentang hal-hal yang bereksistensi di balik fisis. Yang meliputi bidang, ontology, kosmonologi, dan antropologi
2.    Epistemonologi, yang berkaitan dengan persoalan hakikat  pengetahuan
3.    Metodologi, yang berkaitan dengan persoalan hakikat metrode dalam ilmu pengetahuan
4.    Logika, yang berkaitan dengan persoaalan filsafat berfikir, yaitu dalil-dalil berfikir yang benar
5.    Etika, yang berkaitan dengan moralitas. Tingkah laku manusia
6.    Estetika, yang berkaitan dengan persoalan hakikat keindahan.
Berdasarkan cabang cabang filsafat filsafat inilah kemudian muncul berbagai macam aliran dalam fislafat.


B. Rumusan kesautan sila-sila pancasila sebagai suatu system
Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupan suatu system filsafat. Pengertian system adalah suatu kesatuan bagian bagian yang saling berhubungan, saling bekerja untuk suatu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh. Sistem lazimnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.    Suatu kesatuan bagian-bagian.
2.    Bagian bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri.
3.    Saling berhubungan dan saling ketergantungan.
4.    Keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu (tujuan system)
5.    Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks (Shore and Voich.1974).
Pancasila yang terdiri atas bagian-bagian yaitu sila-sila pancasila setiap sila pada hakikatnya merupakan suatu asas sendiri. Fungsi sendiri-sendiri namun secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang sistematis.

1.    Susunan kesatuan Sila-sila Pancasila yang Bersifat Organis
Kesatuan sila-sila Pancasila yang bersifat organis tersebut pada hakikanya secara filosofis bersumber pada hakikat dasar ontologis muanusia sebagai pendukung dari inti. Isi dari sila-sila Pancasila yaitu hakikat manusia ‘monopluralis’ yang memiliki unsur-unsur ‘susunan kodrat’ jasmani-rohani  ‘sifat kodrat’ individu-mahluk Tuhan yang Maha Esa. Unsur-unsur hakikat manusia tersebut merupakan suatu kesatuan yang bersifat organis dan harmonis. Setiap unsur memiliki fungsi masing-masing namun saling berhubungan. Oleh karena sila-sila Pancasila merupakan penjelmaan hakikat manusia ‘monopluralis’ yang merupakan kesatuan organism aka sila-sila Pancasila juga memiliki kesatuan yang bersifat organis pula.
2.    Susunan Pancasila yang Bersifa Hierarkhis dan Berbentuk Piramidal
Susunan Pancasila adalah hierarkhis dan berbentuk pyramidal. Pengertian matematis pyramidal digunakan unuk menggambarkan hubungan hierarkhi sila-sila pancasila dalam urut-urutan luas (kwan-titas) ddan juga dalam hal isi sifatnya (kwalitas) kalau dilihat dari intinya urut-urutan lima sila menunjukan suatu rangkaian tingkat dalam luasnya dan isi sifatnya merupakan pengkhususan dari sila-sila di mukanya.
Jika urut-urutan lima sila di anggap mempunyai demikian maka di antara lima sila ada hubungan yang mengikat yang satu ke pada yang lain nya sehingga pancasila merupakan suatu keseluruhan yang bulat.

3.    Rumusan Hubungan Kesatuan Sila-sila Pancasila yang Saling Mengisi dan Saling Mengkualifikasi
Kesatuan sila-sila Pancasila yang ‘Majemuk Tunggal’ , ‘hierarkhis piramidal’ juga memiliki sifat saling mengisi dan saling mengkualifikasi. Hal ini dimaksudkan bahwa dalam setiasp sila terkandung nilai keempat sila lainnya. Atau  dengan lain perkataan dalam setiap si-la senantiasa dikualifikasi oleh keempat sila lainnya. Adapun rumusan kesatuan sila-sila Pancasila yang saling mengisi dan saling mengkuali-fikasi.

D.     Pengertian pancasila secara filsafat
Filsafat sebagai metode menunjukan cara  berpikir dan cara mengadakan analisis yang dapat bertanggung jawabkan untuk dapat menjabarkan ideologi pancasila.sedangkan pancasila sebagai filsafat mengandung pandangan , nilai dan pemikiran yang dapat menjadi  substansi dan isi pembentukan ideologi pancasila.
Filsafat pancasila dapat di definisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar Negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertian nya secara mendasar dan menyeluruh. Pembahasan filsafat dapat dilakukan secara deduktif yakni dengan mencari hakikat Pancasila serta menganalisis dan menyusunnya secara sistematis menjadi keutuhan pandangan yang komprehensif, dapat juga dilakukan secara induktif yakni dengan mengamati gejala-gejala sosial budaya masyarakat, merefleksikannya, dan menarik arti dan makna yang hakiki dari gejala-gejala itu.
E.  Nilai-nilai pancasila berwujud dan bersifat filsafat
Filsafat pancasila adalah ilmu pengetahuan yang mendalam tentang pancasila.
Hakikat dan pokok-pokok yang terkandung di dalamnya, yaitu sebagai berikut :
1.    Pancasila sebagai hidup bangsa, yaitu nilai-nilai yang terkandudung dalam pancasila itu di jadikan dasar dan pedoman dalam  mengatur sikap dan tingkah laku  manusia di Indonesia, dalam hubunganya dengan Tuhan, masyarakat, Alam semesta.
2.    Pancasila sebagai dasar Negara yaitu nilai-nilain yang terkandung dalam pancasila itu di jadikan dasar dalam mengatur tata kehidupan bernegara.
3.    Filsafat pancasila tercermin dalam pembukaan uud 1945 yang merupakan uraian rinci dari proklamasi 17 agustus 1945 yang di jiwai pancasila.
4.    Pancasila yang di rumuskan dalam pembukaan uud1945 merupakan suatu bulatan utuh.
5.    Jiwa pancasila yang abstrak setelah tercetus menjadi proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945.
6.    Berdasarkan penjelasan otentik uud 1945, undang-undang dasarar menciptakan pokok-pokokpikiran yang terkandung dalam pembukaan  uud 1945 pada pasal-pasalnya.
7.    Nilai-nilain yang dalam pembukaan dan batang tubuh uud 1945 di pergunakan sebagai batu ujian dari nilai-nilai lain agar dapat di terima sebagai nilai-nilai pancasila.
Oleh sebab itu, secara filosofis dalam kehidupan bangsa Indonesia diakui bahwa nilai pancasila adalah pandangan hidup. Dengan demikian, pancasila dijadikan sebagai pedoman dalam bertingkah laku dan berbuat dalam segala bidang kehidupan, meliputi bidang ekonomim, politik, sosial budaya dan pertahanan dan keamanan.
Sebagai ajaran filsafat, pancasila mencerminkan nilai dan pandangan dasar dan hakiki rakyat Indonesia dalam hubungannya dengan sumber kesemestaan, yakni Tuhan Yang Maha Pencipta.
Isi pemikiran filsafat pancasila sebagai suatu pemikiran filsafat tentang Negara adalah bahwa pancasila memberikan jawaban yang mendasar dan menyeluruh atas masalah-maslah asasi filsafati tentang  Negara yang berpusat pada lima masalah keadilan.
1.    Masalah pertama :a Negara itu? Masalahn ini di jawab denga prinsip kebangsaan Indonesia.
2.    Masalah kedua : bagaimana hubungan antar bangsa /Negara?maslah ini di jawab dengan prinsip perikemanusiaan.
3.    Maslah ketiga: siapakah sumber dan pemegang kekuasaan Negara? Maslah ini di jawab dengan demokrasi
4.    Masalah keempat : apa tujuan Negara ? masalah ini dijawab dengan prinsip Negara dan kesejahteraan.
5.    Maaslah kelima: bagaimana hubungn antar agama dan Negara? Masalah ini di jawab  dengan prinsip ketuhanan yang maha esa.









BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.   Kesimpulan
Setelah memperhatikan isi dalam pembahassan di atas, maka dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut :
Filsafat pancasila adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang di anggap, dipercaya dan di yakini sebagai sesuatu (kenyataan, Norma-norma, nilai-nilai) yang paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik dan sesuai bagi bangsa Indonesia.
Fungsi utama filsafat pancasia bagi bangsa Negara Indonesia yaitu :
·         Pancasila sebagai dasar Negara republik Indonesia
·         Pancasila sebagai pandangan hidup banga Indonesia
·         Pancasila sebagai sumber hukum dasar bangsa Indonesia

B.   Saran
Warga Negara Indonesia merupakan sekumpulan orang yan hidup dan tinggal di Negara ndonesia, oleh karena itu sebaiknya warga Negara Indonesia harus lebi meyakini atau mempercayai, menghormati, menghargai, menjaga, memahami  dan  melaksanakan segala hal yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya dalam pemahaman bahwa filsafat pancasila adalah sebagai dasr filsafat Negara indonesia.
Sehngga kekacauan yang sekaran terjadi ini data diatasi dan lebih memperkuaat persatuan dan kesatuan bangsa dan negraindonesia ini.








DAFTAR PUSTAKA
Drs. H. Kaelan. M.S.(2002). Pendidikan Pancasila. Dosen Universitas Gadjah Mada. Edisi Keenam tahun 2002.



Ditulis Oleh : Unknown

Terimakasih ya telah bersedia membaca artikel Pancasila Sebagai Sistem Filsafat. jangan lupa ya untuk bersedia mengomentari artikel ini agar terus maju dan berjaya :) oh iya dan jangan lupa juga ya untuk share artikel Pancasila Sebagai Sistem Filsafat ini jika memang bermanfaat, dan kalau ingin copas jangan lupa cantumkan linknya ya (o) , jangan lupa juga baca artikel lain nya juga ya dan komentar nya di blog BrotherHood UMMI. Terima Kasih, Salam TI Brotherhood :)

0 komentar:

Posting Komentar


1. Berkomentar sesuai isi postingan.
2. Berkomentar dengan sopan, tidak SARA, kasar/porno.
3. Dilarang SPAM !
4. Dilarang menaruh iklan !
5. Apabila menaruh link hidup maka akan dihapus!
6. Apabila Anda ingin berkomentar dengan menyertakan link blog, silahkan gunakan profil OpenID.
7.Komentar bebas asal positif dan tidak mengandung unsur yang diatas